Langsung ke konten utama

Postingan

Cara Membuat Portofolio Saham Dividen yang Kuat

Postingan terbaru

Apa yang Harus Anda Lakukan Ketika Pasar Saham Jatuh

Ketika pasar saham jatuh, banyak investor panik, menjual aset mereka, dan menyesal kemudian. Namun, investor cerdas justru melihat peluang di tengah kepanikan. Lalu, apa yang sebaiknya Anda lakukan ketika pasar saham jatuh?

Anda Harus Membeli Saham Setiap Bulan

Dalam dunia investasi, waktu dan konsistensi adalah dua hal yang sangat menentukan hasil jangka panjang. Banyak investor pemula berpikir bahwa untuk mendapatkan keuntungan besar dari pasar saham, mereka harus bisa “menebak” kapan waktu terbaik untuk membeli saham. Padahal, strategi tersebut sangat berisiko dan sulit dilakukan secara konsisten, bahkan oleh investor profesional. Sebagai gantinya, ada pendekatan yang jauh lebih sederhana, efektif, dan bisa dilakukan siapa saja: membeli saham secara rutin setiap bulan. Artikel ini akan membahas mengapa Anda harus mulai menerapkan strategi ini, apa manfaat utamanya, dan bagaimana cara melakukannya secara optimal.

Diversifikasikan Saham Anda ke Berbagai Industri

Dalam dunia investasi saham, istilah "jangan taruh semua telur dalam satu keranjang" sering diulang sebagai prinsip dasar manajemen risiko. Prinsip ini menggarisbawahi pentingnya diversifikasi, yakni menyebar investasi ke berbagai aset agar kerugian di satu aset tidak berdampak besar pada keseluruhan portofolio. Salah satu bentuk diversifikasi yang sangat penting namun sering diabaikan investor pemula adalah diversifikasi lintas industry, yakni menyebar investasi ke saham dari berbagai sektor ekonomi. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu diversifikasi lintas industri, mengapa hal ini penting, bagaimana melakukannya, serta contoh strateginya dalam konteks pasar saham Indonesia dan global.

Jangan Jatuh Cinta Pada Saham Anda

Dalam dunia investasi saham, ada satu nasihat klasik yang sering diulang-ulang oleh para investor berpengalaman: "Jangan jatuh cinta pada saham Anda." Kalimat sederhana ini menyimpan makna yang dalam, terutama bagi investor ritel yang seringkali terjebak dalam emosi saat mengambil keputusan. Di artikel ini, kita akan membahas apa maksud dari nasihat tersebut, mengapa banyak investor terjebak dalam bias emosional, serta bagaimana cara menjaga objektivitas dalam berinvestasi agar tidak merugikan diri sendiri.

Bagaimana Saham Growth Lebih Bagus daripada Saham Value

Dalam dunia investasi saham, terdapat dua pendekatan utama yang sering diperdebatkan oleh para investor: saham growth (pertumbuhan) dan saham value (nilai). Keduanya memiliki karakteristik dan strategi yang berbeda dalam menghasilkan keuntungan. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, terutama sejak era teknologi dan digitalisasi berkembang pesat, saham growth telah menunjukkan kinerja yang lebih unggul dibandingkan saham value. Artikel ini akan membahas mengapa saham growth bisa lebih baik daripada saham value, baik dari segi potensi return, tren pasar, hingga strategi jangka panjang.

Jangan Menganalisa Saham Hanya Dengan Chart

Dalam dunia investasi saham, analisis teknikal adalah salah satu pendekatan yang paling populer. Para trader dan investor sering kali mengandalkan chart atau grafik harga untuk membuat keputusan beli atau jual. Candlestick, moving average, RSI, MACD, dan pola-pola seperti head and shoulders atau double bottom telah menjadi “alat utama” banyak pelaku pasar. Namun, satu hal penting yang sering terlupakan: mengandalkan chart saja tanpa mempertimbangkan fundamental perusahaan adalah pendekatan yang sangat berisiko. Artikel ini akan membahas mengapa analisis hanya dari chart bisa menyesatkan, serta pentingnya menyeimbangkan analisis teknikal dengan analisis fundamental dan konteks yang lebih luas.

Inilah Jumlah yang Harus Anda Investasikan Setiap Bulan

Banyak orang menyadari pentingnya investasi, namun tidak sedikit yang bingung menentukan berapa jumlah yang ideal untuk diinvestasikan setiap bulan. Apakah 10% dari gaji cukup? Atau perlu lebih? Jawaban atas pertanyaan ini bergantung pada sejumlah faktor, termasuk tujuan keuangan, usia, pendapatan, dan gaya hidup Anda. Artikel ini akan membantu Anda memahami pendekatan terbaik dalam menentukan jumlah investasi bulanan yang tepat sesuai kondisi pribadi.

Memprediksi Jatuhnya Pasar Saham itu Sia-Sia

Dalam dunia investasi, tidak ada topik yang lebih sering dibicarakan namun lebih sulit untuk dipastikan selain prediksi jatuhnya pasar saham. Setiap tahun, berbagai analis, pakar keuangan, media, hingga influencer pasar mencoba menebak kapan kejatuhan berikutnya akan terjadi. Namun, dari sekian banyak ramalan, sangat sedikit yang benar-benar tepat. Fakta ini membuat satu kesimpulan menjadi semakin jelas: memprediksi jatuhnya pasar saham adalah upaya yang sia-sia.

Pertumbuhan Bisnis Perusahaan di Masa Depan Lebih Baik Dalam Investasi Saham

Dalam dunia investasi, saham telah menjadi salah satu instrumen keuangan paling populer dalam mengembangkan kekayaan jangka panjang. Seiring dengan dinamika ekonomi global dan kemajuan teknologi, pertumbuhan bisnis perusahaan di masa depan akan sangat mempengaruhi cara investor dalam memilih saham. Kini, memilih saham tidak hanya berfokus pada performa historis atau laporan keuangan semata, tetapi juga pada potensi masa depan perusahaan, inovasi, dan strategi berkelanjutan yang dijalankan oleh manajemen.

Rasio P/E yang Rendah Bukan Berarti Saham itu Bagus

Dalam dunia investasi saham, Price to Earnings Ratio (rasio P/E) adalah salah satu indikator yang paling sering digunakan oleh investor untuk menilai apakah sebuah saham tergolong murah atau mahal. Secara sederhana, rasio ini menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba perusahaan. Sebuah saham dengan rasio P/E yang rendah sering kali dianggap “murah” dan menarik untuk dibeli. Namun, persepsi ini bisa menyesatkan jika tidak dipahami secara lebih dalam. Pada kenyataannya, rasio P/E yang rendah tidak selalu berarti saham tersebut bagus. Dalam beberapa kasus, rasio P/E yang rendah justru menjadi sinyal bahaya yang perlu diwaspadai investor. Artikel ini akan membahas mengapa pendekatan yang hanya mengandalkan rasio P/E bisa menyesatkan, dan faktor-faktor lain yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah saham.

Kinerja Trimegah Bangun Persada (saham NCKL) Bertumbuh Bagus dan Undervalue (Laporan Q1 2025)

Pada Q1 2025, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (ticker: NCKL) membukukan kinerja keuangan yang impresif. Meskipun harga sahamnya sempat terkoreksi, lonjakan laba dan rasio profitabilitas menunjukkan potensi gemilang ke depan. Dalam artikel ini, kita akan membedah perusahaan, performa keuangan, valuasi saham, prospek pertumbuhan, serta risiko utama, dan mengapa NCKL bisa menjadi pilihan menarik dalam portofolio investor.

Investasi Saham adalah Permainan Memahami Nilai Intrinsik

Investasi saham sering kali dianggap sebagai aktivitas spekulatif atau bahkan perjudian oleh sebagian orang. Namun, pemahaman ini tidak sepenuhnya tepat. Di balik fluktuasi harga yang terlihat di layar monitor, terdapat konsep fundamental yang menjadi dasar dari investasi jangka panjang yang sukses yaitu nilai intrinsik. Nilai intrinsik adalah estimasi nilai riil suatu perusahaan berdasarkan faktor-faktor fundamental seperti pendapatan, arus kas, pertumbuhan masa depan, dan kualitas manajemen. Memahami nilai intrinsik adalah inti dari investasi saham yang cerdas. Sebagaimana dikatakan oleh Warren Buffett, salah satu investor terbesar sepanjang masa, “Price is what you pay, value is what you get.” Harga adalah apa yang Anda bayar, nilai adalah apa yang Anda dapatkan.

Kinerja Indonesia Fibreboard Industry (IFII) Bertumbuh Bagus dan Undervalue (Laporan Q1 2025)

PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal pertama tahun 2025. Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, serta valuasi saham yang menarik, IFII menjadi sorotan bagi para investor yang mencari peluang di sektor industri pengolahan kayu. Artikel ini akan membahas secara mendalam profil perusahaan, kinerja keuangan, pergerakan harga saham, potensi pertumbuhan, risiko yang perlu diperhatikan, dan kesimpulan mengenai prospek investasi di saham IFII.

Drawdown Adalah Hal yang Normal Dalam Investasi Saham

Dalam dunia investasi saham, banyak investor pemula merasa panik ketika melihat nilai portofolionya menurun. Penurunan tersebut sering disebut sebagai drawdown . Meskipun menakutkan pada pandangan pertama, drawdown sebenarnya adalah bagian yang sangat normal, bahkan tak terhindarkan, dalam perjalanan investasi jangka panjang. Memahami drawdown dan bagaimana menghadapinya dapat membantu investor menjadi lebih bijak, rasional, dan sukses dalam jangka panjang.

Bagaimana Saham Dividen Bisa Menambah Pendapatan Anda

Dalam dunia investasi, ada berbagai cara untuk membangun kekayaan dan meningkatkan pendapatan. Salah satu metode yang banyak diminati oleh investor jangka panjang adalah berinvestasi pada saham dividen. Saham dividen tidak hanya memberikan potensi kenaikan nilai saham dari waktu ke waktu, tetapi juga memberikan penghasilan pasif dalam bentuk pembayaran dividen secara berkala. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana saham dividen bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang stabil dan menguntungkan.

Kinerja Central Omega Resources (Saham DKFT) Bertumbuh Pesat dan Undervalue (Laporan Q1 2025)

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatatkan pertumbuhan luar biasa pada kuartal pertama 2025, menandai transformasi signifikan dalam kinerja keuangan dan operasionalnya. Dengan lonjakan pendapatan dan laba bersih yang mengesankan, serta valuasi saham yang tetap menarik, DKFT menjadi sorotan investor yang mencari peluang di sektor pertambangan nikel Indonesia. Artikel ini akan mengulas secara mendalam kinerja perusahaan, valuasi saham, potensi pertumbuhan, serta risiko yang perlu diperhatikan.

Jangan Menjual Saham Anda Pada Saat Krisis

Dalam dunia investasi, krisis ekonomi sering kali menjadi momen yang menakutkan. Volatilitas pasar meningkat, harga saham anjlok, dan ketidakpastian merajalela. Pada saat-saat seperti ini, naluri banyak investor adalah untuk menjual saham mereka demi mengamankan apa yang tersisa dari portofolio mereka. Namun, langkah tersebut sering kali justru menjadi kesalahan besar. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa menjual saham pada saat krisis bukanlah keputusan terbaik, dan bagaimana Anda seharusnya bersikap dalam menghadapi badai pasar.

Anda Harus Mengurangi Hutang Sebelum Berinvestasi

Dalam dunia keuangan pribadi, ada banyak nasihat yang beredar mengenai langkah-langkah mencapai kebebasan finansial. Salah satu perdebatan klasik adalah: haruskah seseorang mulai berinvestasi meskipun masih memiliki hutang? Jawaban ideal, terutama bagi mereka yang mengutamakan kestabilan finansial jangka panjang, adalah mengurangi atau melunasi hutang terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Mengapa? Karena hutang, terutama hutang konsumtif dan berbunga tinggi, dapat menjadi penghalang serius terhadap akumulasi kekayaan. Mari kita kupas lebih dalam mengapa mengurangi hutang adalah langkah yang bijak sebelum Anda mulai mengalokasikan uang ke investasi.

Perusahaan Kecil Bisnisnya Berkembang Pesat, Sahamnya pun Juga

Dalam dunia bisnis, ada pepatah yang mengatakan, "Dari kecil menjadi besar." Ungkapan ini sangat cocok untuk menggambarkan perjalanan banyak perusahaan kecil yang, berkat inovasi, kerja keras, dan strategi jitu, berhasil berkembang pesat. Menariknya, tidak hanya skala bisnis mereka yang tumbuh, tetapi harga saham perusahaan-perusahaan ini pun ikut melonjak tajam, memberikan keuntungan besar bagi para investor yang jeli. Fenomena ini semakin sering terjadi di era digital dan globalisasi, di mana perusahaan kecil memiliki peluang besar untuk menembus pasar lokal hingga internasional. Artikel ini akan membahas bagaimana perusahaan kecil bisa berkembang pesat, mengapa saham mereka melonjak, dan apa yang bisa dipelajari oleh calon investor dari fenomena ini.

Kinerja Sunindo Pratama (SUNI) Bertumbuh Pesat dan Undervalue (Laporan Q1 2025)

PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI), perusahaan penyedia produk dan layanan di sektor minyak dan gas, menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal pertama 2025. Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, serta valuasi saham yang menarik, SUNI menjadi sorotan investor yang mencari peluang investasi undervalue dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Bagaimana Pentingnya P/E Ratio dalam Valuasi Saham

Dalam dunia investasi saham, memahami nilai wajar suatu saham adalah salah satu keterampilan terpenting yang harus dimiliki oleh investor. Salah satu alat analisis yang paling sering digunakan untuk membantu dalam proses valuasi saham adalah Price to Earnings Ratio atau yang lebih dikenal dengan P/E Ratio. Meskipun terlihat sederhana, P/E Ratio memiliki kekuatan besar dalam memberikan gambaran tentang seberapa mahal atau murahnya suatu saham dibandingkan dengan laba yang dihasilkannya.

Manfaat Berinvestasi Saham dengan Dollar Cost Averaging

Investasi saham semakin diminati oleh masyarakat, terutama generasi muda yang mulai melek finansial. Banyak orang tertarik dengan potensi keuntungan yang besar dari pasar saham, tetapi tidak sedikit pula yang merasa takut menghadapi volatilitas harga yang tinggi. Salah satu strategi yang dianggap efektif untuk meminimalkan risiko sekaligus membangun portofolio secara konsisten adalah Dollar Cost Averaging (DCA) . Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai manfaat berinvestasi saham dengan strategi DCA.

Kinerja Hartadinata Abadi (Saham HRTA) Bertumbuh Pesat dan Undervalue (Laporan Q1 2025)

PT Hartadinata Abadi Tbk (IDX: HRTA), produsen perhiasan emas terkemuka di Indonesia, menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal pertama tahun 2025. Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, serta valuasi saham yang menarik, HRTA menjadi sorotan bagi para investor yang mencari peluang di sektor barang mewah.

Memahami Konsep Circle of Competence dalam Investasi Saham

Dalam dunia investasi saham, banyak investor pemula yang terjebak dalam euforia sesaat atau tren pasar yang sedang naik daun. Mereka cenderung ikut-ikutan membeli saham tanpa benar-benar memahami apa yang mereka beli. Di sinilah pentingnya konsep "Circle of Competence" atau lingkaran kompetensi , sebuah prinsip fundamental yang sering ditekankan oleh investor legendaris seperti Warren Buffett dan Charlie Munger.

Akan Selalu Ada Kesempatan Baru di Pasar Saham

Pasar saham adalah dunia yang dinamis, penuh tantangan sekaligus peluang. Banyak investor pemula merasa tertinggal ketika melihat saham-saham yang sudah naik tinggi, merasa menyesal tidak masuk lebih awal. Tapi satu prinsip penting yang perlu diingat adalah: akan selalu ada kesempatan baru di pasar saham .

Kinerja Aneka Tambang (saham ANTM) Bertumbuh Pesat dan Undervalue (Laporan Q1 2025)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), perusahaan pertambangan milik negara Indonesia, mencatatkan kinerja luar biasa pada kuartal pertama tahun 2025. Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, serta valuasi saham yang menarik, ANTM menjadi sorotan para investor. Artikel ini akan membahas secara mendalam kinerja keuangan, harga saham, potensi pertumbuhan, serta risiko yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi di saham ANTM. 

Semakin Awal Anda Memulai Investasi, Maka Semakin Baik Hasilnya

Dalam dunia keuangan, ada sebuah pepatah yang sangat populer: “Waktu di pasar lebih penting daripada waktu pasar.” Artinya, semakin lama seseorang berinvestasi di pasar, semakin besar kemungkinan mereka mendapatkan hasil yang optimal. Pepatah ini menyoroti betapa pentingnya waktu dalam investasi. Mulai lebih awal bisa menjadi perbedaan antara kebebasan finansial dan keterbatasan keuangan di masa depan. Artikel ini akan mengulas mengapa memulai investasi sedini mungkin merupakan keputusan terbaik yang bisa Anda ambil.

Berinvestasi di Perusahaan yang Bertumbuh Lambat Tidaklah Bagus

Dalam dunia investasi saham, pemilihan perusahaan yang tepat adalah kunci keberhasilan. Banyak investor pemula, bahkan yang sudah berpengalaman sekalipun, tergoda oleh perusahaan yang terlihat stabil dan aman karena memiliki riwayat kinerja yang konsisten, meski pertumbuhannya lambat. Namun, berinvestasi di perusahaan yang bertumbuh lambat bukanlah pilihan ideal bagi investor yang mencari keuntungan optimal. Artikel ini akan mengupas alasan mengapa berinvestasi di perusahaan dengan pertumbuhan lambat bisa menjadi keputusan yang kurang menguntungkan dalam jangka panjang.

5 Tips Investasi Saham dari Warren Buffett

Warren Buffett adalah salah satu investor paling sukses dan dihormati di dunia. Dijuluki sebagai “Oracle of Omaha,” Buffett telah membangun kerajaan keuangan melalui pendekatan investasi yang sederhana namun sangat efektif. Strategi investasinya telah diuji oleh waktu, krisis ekonomi, dan perubahan zaman, namun tetap relevan hingga hari ini. Bagi para investor, baik pemula maupun profesional, memahami filosofi dan tips investasi dari Warren Buffett bisa menjadi bekal yang sangat berharga. Dalam artikel ini, kita akan mengupas 5 tips utama investasi saham dari Warren Buffett yang dapat membantu Anda menjadi investor yang lebih bijak dan sukses.

Kinerja Akasha Wira (Saham ADES) Bertumbuh Bagus dan Undervalue (Laporan Q1 2025)

PT Akasha Wira International Tbk (ADES) menunjukkan kinerja yang mengesankan pada kuartal pertama tahun 2025. Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, serta rasio keuangan yang solid, saham ADES menjadi perhatian para investor yang mencari peluang investasi undervalue di sektor barang konsumsi primer. Artikel ini akan membahas secara mendalam kinerja perusahaan, valuasi saham, potensi pertumbuhan, serta risiko yang perlu diperhatikan.

Uang Kas di Saat Krisis Sangat Berharga

Dalam dunia investasi, ada satu pepatah lama yang terus relevan hingga kini: "Cash is king." Ungkapan ini mendapatkan makna yang sangat dalam ketika krisis ekonomi atau gejolak pasar melanda. Di tengah badai ketidakpastian, uang kas menjadi pelampung penyelamat bagi investor yang siap memanfaatkannya, baik untuk bertahan hidup maupun untuk menangkap peluang emas yang muncul dari kekacauan. Artikel ini akan membahas pentingnya uang kas dalam konteks investasi saham saat krisis, mengapa para investor bijak selalu menjaga cadangan likuiditas, serta bagaimana strategi menjaga dan menggunakan kas bisa membuat perbedaan antara kegagalan dan kesuksesan finansial.

Menabung Saja Tidak Cukup, Anda Harus Berinvestasi

Dalam kehidupan finansial, menabung telah menjadi salah satu kebiasaan utama yang diajarkan sejak kecil. Mulai dari menyisihkan uang jajan di celengan, hingga membuka rekening tabungan di bank, menabung dipandang sebagai langkah awal yang bijak untuk mengelola keuangan. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, tanggung jawab, dan kebutuhan hidup, menjadi jelas bahwa menabung saja tidak cukup . Untuk mencapai kebebasan finansial dan mengalahkan inflasi, investasi adalah langkah selanjutnya yang wajib dipertimbangkan .

Kinerja Bank BTN (BBTN) Bertumbuh Oke dan Undervalue (Laporan Q1 2025)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal I 2025, dengan pertumbuhan laba bersih dan penyaluran kredit yang konsisten. Meskipun harga saham BBTN mengalami penurunan dalam setahun terakhir, valuasi saham ini menunjukkan potensi yang menarik bagi investor.​

Jangan Menggunakan Margin Dalam Investasi Saham

Investasi saham menjadi salah satu instrumen favorit bagi banyak investor yang ingin mengembangkan kekayaan mereka. Dengan potensi keuntungan yang besar, saham memang menawarkan daya tarik tersendiri dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, dalam praktiknya, banyak investor tergoda untuk memperbesar potensi keuntungan mereka dengan menggunakan fasilitas margin yang disediakan oleh broker. Meski tampak menguntungkan, penggunaan margin dalam investasi saham menyimpan risiko besar yang bisa berakibat fatal. Artikel ini akan membahas mengapa investor sebaiknya menghindari penggunaan margin dalam berinvestasi saham.

​Kinerja Data Sinergitama Jaya (ELIT) Bertumbuh Bagus dan Fair Value (Laporan Q1 2025)

PT Data Sinergitama Jaya Tbk (kode saham: ELIT) menunjukkan performa yang mengesankan pada kuartal pertama tahun 2025. Sebagai penyedia layanan teknologi informasi, perusahaan ini berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan, meskipun terdapat penurunan laba per saham (EPS) kuartalan. Dengan fundamental yang solid dan prospek pasar yang menjanjikan, ELIT menjadi salah satu saham yang patut diperhatikan oleh investor di sektor teknologi Indonesia.​

Berinvestasi di Saham Teknologi Menjadi Sangat Menarik Pada Saat Ini

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor teknologi telah menjadi pusat perhatian dalam dunia investasi global. Dari raksasa seperti Apple, Microsoft, dan Google hingga perusahaan baru seperti Palantir, Snowflake, dan berbagai startup AI, saham-saham teknologi telah menunjukkan performa yang luar biasa dan menjadi magnet bagi investor, baik individu maupun institusi. Saat ini, berinvestasi di saham teknologi menjadi sangat menarik karena sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan sektor ini secara signifikan.

Kinerja Bank Central Asia (Saham BBCA) Bertumbuh Oke dan Fair Value (Laporan Q1 2025)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menunjukkan performa solid pada kuartal pertama 2025, memperkuat posisinya sebagai bank swasta terbesar di Indonesia. Meskipun harga sahamnya mengalami penurunan dalam setahun terakhir, kinerja fundamental perusahaan tetap mengesankan, menjadikannya pilihan menarik bagi investor jangka panjang.​

Permasalahan dalam Berinvestasi Saham Dividen

Investasi saham dividen sering dianggap sebagai strategi yang aman dan menarik, terutama bagi investor yang menginginkan aliran pendapatan pasif. Saham dividen adalah saham yang memberikan pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai secara periodik, biasanya kuartalan atau tahunan. Strategi ini sering digunakan oleh investor yang mencari kestabilan dan penghasilan tambahan, seperti pensiunan atau mereka yang ingin membangun portofolio yang konservatif. Namun, meskipun terlihat menarik, investasi saham dividen bukan tanpa risiko dan tantangan. Di balik potensi pendapatan pasif yang stabil, terdapat berbagai permasalahan yang perlu diperhatikan agar investor tidak terjebak dalam ilusi "investasi aman". Artikel ini akan mengulas secara mendalam berbagai permasalahan dalam berinvestasi saham dividen, mulai dari tantangan pasar, risiko perusahaan, hingga kesalahan umum investor.

Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Bertumbuh Pesat dan Undervalue (Laporan Q4 2024)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), perusahaan pertambangan milik negara Indonesia, menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal keempat tahun 2024. Dengan lonjakan pendapatan dan laba bersih yang signifikan, serta valuasi saham yang masih menarik, ANTM menjadi sorotan para investor yang mencari peluang investasi undervalue dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.​

5 Mitos Investasi Saham yang Perlu Kamu Hiraukan

Investasi saham kini semakin populer, terutama di kalangan generasi muda yang ingin mencapai kebebasan finansial lebih cepat. Namun, seiring dengan meningkatnya minat terhadap dunia saham, beredar pula berbagai mitos yang seringkali menyesatkan para investor pemula. Mitos-mitos ini bisa membuat seseorang ragu untuk mulai berinvestasi, atau malah mengambil keputusan finansial yang keliru. Agar kamu bisa berinvestasi saham dengan lebih cerdas dan percaya diri, berikut ini adalah lima mitos investasi saham yang sebaiknya kamu hiraukan.

Kinerja Sariguna Primatirta (Saham CLEO) Bertumbuh Bagus dan Fair Value (Laporan Q4 2024)

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), produsen air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek Cleo, menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal keempat tahun 2024. Meskipun menghadapi penurunan pendapatan kuartalan, perusahaan berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan secara tahunan. Dengan strategi ekspansi yang agresif dan fokus pada efisiensi operasional, CLEO terus memperkuat posisinya di pasar AMDK Indonesia.​

Memahami Margin of Safety dalam Investasi Saham

Dalam dunia investasi saham, setiap keputusan yang diambil selalu mengandung risiko. Tidak peduli seberapa hebat analisanya atau seberapa terkenal perusahaannya, ketidakpastian selalu menjadi bagian dari permainan. Untuk mengelola ketidakpastian ini, investor legendaris seperti Benjamin Graham dan Warren Buffett memperkenalkan konsep penting yang dikenal dengan margin of safety atau batas aman . Konsep ini menjadi fondasi utama dalam investasi berbasis nilai ( value investing ) dan telah terbukti menjadi alat yang sangat efektif dalam menghindari kerugian besar di pasar saham.

Kinerja Resource Alam Indonesia (saham KKGI) Bertumbuh Bagus dan Undervalue (Laporan Q4 2024)

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menunjukkan kinerja yang mengesankan pada kuartal keempat tahun 2024, mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam pendapatan dan laba bersih. Dengan valuasi saham yang masih tergolong rendah, KKGI menjadi sorotan bagi para investor yang mencari peluang investasi di sektor pertambangan.​ 

Pasar Saham yang Jatuh adalah Kesempatan Membeli

Pasar saham dikenal dengan sifatnya yang fluktuatif. Dalam satu waktu, investor bisa menikmati kenaikan harga saham yang signifikan, sementara di waktu lain, mereka bisa menyaksikan portofolionya menyusut drastis akibat koreksi pasar. Ketika pasar saham jatuh, reaksi alami kebanyakan orang adalah panik dan menjual aset mereka untuk meminimalkan kerugian. Namun, bagi investor cerdas, pasar yang sedang jatuh justru merupakan kesempatan emas untuk membeli aset berkualitas dengan harga diskon. Ungkapan legendaris dari Warren Buffett, “ Be fearful when others are greedy, and be greedy when others are fearful ,” menjadi prinsip yang sangat relevan dalam situasi ini.

Kinerja Mastersystem Infotama (Saham MSTI) Bertumbuh Bagus dan Undervalue (Laporan Q4 2024)

PT Mastersystem Infotama Tbk (kode saham: MSTI) telah menunjukkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2024. Meskipun menghadapi tantangan ekonomi global, perusahaan berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan. Dengan valuasi saham yang masih tergolong rendah, MSTI menjadi salah satu saham yang menarik untuk diperhatikan oleh para investor.​

Kamu Harus Mengabaikan Suara-Suara Negatif di Pasar Saham

Pasar saham adalah tempat yang penuh gejolak. Satu hari penuh optimisme, hari berikutnya dipenuhi kekhawatiran. Naik turunnya harga saham bisa terjadi begitu cepat, dan sering kali bukan karena perubahan fundamental dalam perusahaan, tetapi karena sentimen pasar yang didorong oleh berita, rumor, atau bahkan spekulasi tanpa dasar. Dalam situasi seperti itu, sangat mudah untuk terpengaruh oleh suara-suara negatif yang berseliweran, baik dari media, forum daring, hingga teman atau keluarga. Namun, jika kamu ingin menjadi investor yang sukses dan tahan banting, kamu harus belajar mengabaikan suara-suara negatif tersebut.

Kinerja Bank Negara Indonesia (BBNI) Bertumbuh Oke dan Valuasi Murah (Laporan Q4 2024)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menunjukkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal IV 2024, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil. Meskipun harga saham mengalami penurunan dalam setahun terakhir, valuasi saham BBNI saat ini tergolong murah, menjadikannya menarik bagi investor jangka panjang. Artikel ini akan membahas profil perusahaan, kinerja keuangan, pergerakan harga saham dan valuasi, potensi pertumbuhan, serta risiko yang perlu diperhatikan.

Berinvestasi di Saham yang Berkualitas Tidaklah Seperti Berjudi

Banyak orang awam menganggap bahwa berinvestasi di pasar saham adalah bentuk perjudian yang terselubung. Pandangan ini muncul karena keduanya sama-sama melibatkan uang, risiko, dan ketidakpastian. Namun, sebenarnya terdapat perbedaan fundamental yang sangat jelas antara berinvestasi di saham, terutama saham yang berkualitas tinggi, dan berjudi. Pemahaman yang keliru ini perlu diluruskan agar masyarakat tidak melewatkan peluang membangun kekayaan melalui pasar modal secara sehat dan berkelanjutan.

Kinerja KMI Wire & Cable (Saham KBLI) Bertumbuh Bagus dan Undervalue (Laporan Q4 2024)

PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal keempat tahun 2024. Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, serta valuasi saham yang menarik, perusahaan ini menjadi sorotan bagi investor yang mencari peluang investasi yang menjanjikan di sektor manufaktur kabel di Indonesia.​